Berpikir komputasi (Computational Thinking), Selasa, 02-03-2021
Berpikir komputasi (Computational Thinking) adalah sebuah metoda pemecahan masalah dengan mengaplikasikan/melibatkan teknik yang digunakan oleh software engineer dalam menulis program.
Berpikir komputasi tidak berarti berpikir seperti komputer, melainkan berpikir tentang komputasi di mana sesorang dituntut untuk memformulasikan masalah dalam bentuk masalah komputasi dan menyusun solusi komputasi yang baik (dalam bentuk algoritma) atau menjelaskan mengapa tidak ditemukan solusi yang sesuai.
Apa yang dimaksud dengan computational thinking ?
Computational Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran. CT memang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT juga dapat digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika dan ilmu pengetahuan. Siswa yang belajar dimana CT diterapkan dalam kurikulum (proses pembelajaran) dapat mulai melihat hubungan antara mata pelajaran, serta antara kehidupan di dalam dengan di luar kelas.
Berpikir komputasi adalah teknik pemecahan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya. Tidak mengherankan bahwa memiliki kemampuan tersebut adalah sebuah keharusan bagi seseorang yang hidup pada abad ke dua puluh satu ini. Seperti juga bermain musik dan belajar bahasa asing, Computational Thinking melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif.
Istilah CT pertama kali diperkenalkan oleh Seymour Papert pada tahun 1980 dan 1996. Di tahun 2014, pemerintah Inggris memasukkan materi pemrograman kedalam kurikulum sekolah dasar dan menengah, tujuannya bukan untuk mencetak pekerja software (programmer) secara massif tetapi untuk mengenalkan Computational Thinking (CT) sejak dini kepada siswa. Pemerintah Inggris percaya Computational Thinking (CT) dapat membuat siswa lebih cerdas dan membuat mereka lebih cepat memahami teknologi yang ada di sekitar mereka.
Tidak hanya pemerintah inggris, di tahun yang sama lembaga non-profit dari Amerika Code.org 23 menyelenggarakan beberapa acara untuk mempromosikan manfaat dari berlajar pemrograman. Mulai dari Computer Science Education Week untuk anak sekolah dan juga yang paling viral, Hour of Code. Program ini didukung oleh Bill Gates, Mark Zuckerberg, Jack Dorsey, Will.i.am dari Black Eyed Peas.
Bahkan Google pun terlibat untuk memfasilitasi guru untuk dapat menguasai CT yang merupakan salah satu kecakapan abad 21 yang harus dikuasai oleh peserta didik melalui kursus online. Dibanyak negara CT mulai diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran, bahkan di beberapa negara untuk membantu dan mempercepat pengintegrasian dan penetrasi kearah Computational Thinking, mereka memasukan Computer Science (ICT) sebagai sebuah mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional mereka.
Problem Based Learning (PBL) merupakan elemen penting dari Science, Technology, Engineering, dan Matematika (STEM) yang ada pada pendidikan kita. Bahkan kini tidak hanya STEM tapi sudah berkembang menjadi STEAM dimana huruf “A” mewakili “Arts / Seni”. Karakteristik Berpikir Komputasi (CT) merumuskan masalah dengan menguraikan masalah tersebut ke segmen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Strategi ini memungkinkan siswa untuk mengubah masalah yang kompleks menjadi beberapa prosedur atau langkah yang tidak hanya lebih mudah untuk dilaksanakan, akan tetapi juga menyediakan cara yang efisien untuk berpikir kreatif.
Dalam pendidikan STEM, Berpikir Komputasi (CT) didefinisikan sebagai seperangkat keterampilan kognitif yang memungkinkan pendidik mengidentifikasi pola, memecahkan masalah kompleks menjadi langkah-langkah kecil, mengatur dan membuat serangkaian langkah untuk memberikan solusi, dan membangun representasi data melalui simulasi .
Apa itu Computational Thinking (CT)?
CT adalah metode berpikir yang dipakai programmer ketika menulis program. Beberapa metode ini antara lain :
Decomposition : Kemampuan memecah data, proses atau masalah (kompleks) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau menjadi tugas-tugas yang mudah dikelola. Misalnya memecah ‘Drive/Direktory’ dalam sebuah komputer berdasarkan komponen penyusunnya: File dan Direktory.
Pattern Recognition : Kemampuan untuk melihat persamaan atau bahkan perbedaan pola, tren dan keteraturan dalam data yang nantinya akan digunakan dalam membuat prediksi dan penyajian data. Misalnya mengenali pola file dokumen, file sistem, file eksekusion atau struktur data/file.
Abstraksi : Melakukan generalisasi dan mengidentifikasi prinsip-prinsip umum yang menghasilkan pola, tren dan keteraturan tersebut. Misalnya dengan menempatkan semua file sistem di folder Windows, file program di folder Program Files, file data/dokumen di Folder Mydocument dan file pendukung di Drive/Direktory terpisah.
Algorithm Design : Mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step-by-step, langkah demi langkah, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang sama. Misalnya bagaimanakah langkah mencari file-file dokumen yang ada dalam sebuah komputer ?
Karakteristik berpikir komputasi adalah:
Mampu memberikan pemecahan masalah menggunakan komputer atau perangkat lain.
Mampu mengorganisasi dan menganalisa data.
Mampu melakukan representasi data melalui abstraksi dengan suatu model atau simulasi.
Mampu melakukan otomatisasi solusi melalui cara berpikir algoritma.
Mampu melakukan identifikasi, analisa dan implementasi solusi dengan berbagai kombinasi langkah / cara dan sumber daya yang efisien dan efektif.
Mampu melakukan generalisasi solusi untuk berbagai masalah yang berbeda.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusarif wicaksono
BalasHapus9f
8
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusVikha Wulandari
BalasHapus8e/30
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDimas aji Winarto
BalasHapus8d/11
Hanugrah Dwiki Saputra
BalasHapus21/8C
Anditho Galih Putra Fajar
BalasHapusKelas 7E
Absen 5
Mita nur azizah
BalasHapus8D
19
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNurma Nur Hidayati
BalasHapus7F
20
Aditya susanto
BalasHapus8E/01
Syellia Rahma Putri
BalasHapus8f
24
Wiwik Handayani
BalasHapus8f/26
Dinda widyantika ayu wardana
BalasHapus9e
5
Dias Saputri
BalasHapus9e
3
Khalisa beitti royansa
BalasHapus9c
19
Fatimah fatmawati
BalasHapus9e/7
Yuda murdani setiawan
BalasHapus32
8d
Cahya romadoni
BalasHapus8c/12
Erna mei dwi lestari
BalasHapus9D
9
Rafi Hafiz fauzan
BalasHapus31
8c
Desi ayu nur eka lestari
BalasHapus8E/9
HANIFAH ISNAENI VlllB 15
BalasHapusIrkham rifai
BalasHapus15
8e
Muhammad Sidik Mustofa
BalasHapus8D
Hapus20
Alfani Muslim Akbar
BalasHapus8c
5
Aryuda dwi wijatmoko
BalasHapus7E
7
Rendy aji Nugroho
BalasHapus9c
23
Agustian ananda adi pradana
BalasHapus7e
4
Bagus Firmansyah
BalasHapus9f
10
Nuri dwi arinii
BalasHapus19
9d
Annisa vina risnawati
BalasHapus9c
7
Alan tiko julian
BalasHapus8c / 4
Ini materi kelas berapa. Pak
BalasHapusMarliana six wara
BalasHapus8E/17
maulana yoga pratama
BalasHapus8c
25
Isma ifadatun nisa
BalasHapus9e
13
Niha putri salsabila
BalasHapus7e
22
Imelda indah safira
BalasHapus9e
12
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAulia febriana
BalasHapus9d
5
ABDULLAH SIDIQ AL FARIZZI
BalasHapus8C
1
Dinni Fitriana
BalasHapus8c/15
Alfindwisetiawan
BalasHapus9d
4
AHMAD ANDI SETIAWAN
BalasHapus9D
3
fiqri nur hidayat
BalasHapus9d
10
Nur Arif juliantoro
BalasHapus8e
22
Gesya bagus saputra
BalasHapus8A
19
Khalifatun Rafiah
BalasHapus8b/19
agustian
BalasHapus8e
5